THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

12.3.12

kembali menata lagi...

Wahai pria ku...
Aku terpaku tak mengerti, hal ini bisa terjadi padaku
Saat ku yakini kamu lah yang mencintaiku utuh, mengerti aku, merangkul hatiku
Saat itu pula aku terpukau, dengan cinta lain yang datang perlahan
Mengusapku dengan lembaran-lembaran sayang yang berbeda
Aku terbuai, sayang...

Dia begitu mempesona ku, memberikan energi lain padaku...
Tak tau kah dirimu dia itu matahariku???
Yang ketika dirimu meredup dia datang dengan terang benderang,
Mengajak aku menari dalam rasa damai
Aku terhenyak, dan selepas itu sadar
Aku miliki mu, sayang...

Tapi apa bisa aku mengubah semua itu secepat ini?
Membuang helai per helai halaman yang pernah aku dan dia tulis bersama
Menjadikan helai per helai itu sebuah buku, yang jika ku baca aku akan tertawa
Inilah kebahagiaan kami, terserap dengan sejuta memory
Aku jelas susah melupakannya...

Yang aku rasakan ini dalam sekali, sayang...

Sudut hatiku rasanya tak akan pernah mampu membuang dirinya sekali sentuh
Aku pun tak bisa mengizinkan itu terjadi
Karena apa? Karena semuanya itu indah, sayang...
Semua ku rasa bahagia...
Semua ku anggap sempurna...

Sayang...
Ku mohon, jangan mencemburuinya. Aku tetap memilihmu, tetap bersamamu...
Ternyata semua tak pernah bisa ku duga
Semua diluar inginku, diluar batasku...

Sayang...
Jangan tanyakan siapa dia, jangan pernah lakukan itu
Matahari yang selalu temaniku dulu kini sudah lenyap
Membiarkan diri nya menghilang dari hidupku
Lebih baik untuk kamu, bukan?
Tapi entahlah, rasanya aku merasa tak baik tanpa dia...
Merasa tidak sempurna...

Bantu aku lagi, sayang...
Aku sebenarnya tak pernah ingin melakukan ini
Melupakannya menyakiti bagian hatiku yang lain
Mencintainya aku merasa penuh...

Sayang, ingat janji kamu yah ;)
Tidak akan pernah melepaskan aku lagi, tidak akan pernah meninggalkan aku lagi
Mimpi kita beragam, mimpi kita sempurna...
Anggap saja ini cobaan kita
Untuk satu langkah kita kedepannya

Izinkan aku untuk tetap mengingatnya ya,
Hanya mengingatnya, aku berjanji
Karena melupakannuya itu sulit sekali
Seperti mencoba menahan nafas
Aku menyadari, aku hidup dengan dirinya

Tolong ya, sayang...
Jika aku kembali bercerita tentangnya, aku mengingat hal manis yang pernah kami alami
Jangan cegah aku ya
Aku tetap ingin mengingat semua tentangnya
Melihat motor itu, rokok itu, kopi itu, wangi itu, langkah itu, suara itu
Hanya mengingatnya
Dan jika dalam jangka waktu dekat aku mengeluh pusing, stress dansebagainya
Jangan paksa aku untuk bercerita
Karena aku tau, kamu pasti mengerti
Mendengarkan aku berkata mencintai dia itu tak akan mudah
Jadi kumohon diam saja,
Aku mencintainya, sayang...
Dan semoga Allah cepat menghilangkan perasaan ini darinya
Bagaimana???
Lebih baik jika ngga dibaca kan???
Jika sudah terlanjur dibaca tolong di maklumi
Aku sedang berusaha, menyimpan buku penuh memory itu disuatu tempat
Yang tak bisa merusak isi dari buku itu

Yuk, mari kita tidur...
Doakan ya, supaya semuanya kembali seperti semula
Sebelum aku mengenalnya :)

2.4.11

sejenak berfikir, lalu sadar

lupakan urusan layout,
lupakan pengaturan font,
lupakan rancangan tulisan...

saat ini, aku cuma mau diam dan duduk disini...

untuk berfikir,
untuk sejenak berfikir,
untuk meluangkan waktu untuk berfikir...

bahwa ternyata, aku berada di posisi yang salah

dan setelah berfikir keras, tak perlu waktu yang lama...
aku tersadar, lebih dari dua kali tersadar,

bahwa, kepingan ini kembali tak bisa di ajak kompromi,
bahkan kepada dia yang notabene bukan menjadi hak ku

aku cemburu, sangat cemburu...

mengingatnya bersamaku, ku pikir itu adalah kebahagiaan...
ternyata bukan,
mengingat menghabiskan banyak waktu bersamanya,
ternyata hanya sebagai penopang untuk kami yang sama-sama sedang rapuh...

aku cukup tersenyum mengingat ini,
betapa aku kembali melakukan kebodohan tak terbantahkan itu lagi,
lagi lagi lagi dan lagi...
yaaa, bisa dibilang aku ini begitu idiot...
sampai melakukan banyak kesalahan hanya dengan sekali waktu,

duduk saja, diam saja, dan malah terlalu banyak berharap...

iya, aku memang berharap...
tapi sungguh tak bisa ku katakan dengan sungguh-sungguh inti dari pengejaranku sekarang
apa aku salah?

sepertinya tidak,
hanya saja, aku terlambat...

jangan katakan begitu keras,
bahwa aku ini memang bodoh,
cukup tersenyum saja, dan katakan padaku...
agar aku sejenak berfikir, kemudian tersadar..

banyak yang harus ku benahi,
dengan atau tanpa mu, aku harus bisa sendiri...

untuk beberapa bulan ini, lupakan mimpi membangun ikatan dalam waktu dekat...
cukup habiskan waktu untuk instrospeksi diri,
rasanyaa, itu sudah lebih dari cukup...

ingat atau tidaknya aku, bahwa aku adalah perempuan lemah,
pada dasarnya, manusia itu harus kuat...
karena dunia itu tempatnya tempaan, dan melalui ini,
aku tau, aku kembali di ingatkan...
bahwa ternyata aku selalu salah dalam hal ini...

aku tak bisa mengerti banyak,
yang aku tau sekarang, hanya cemburu yang begitu tinggi...
apa kamu tau? tidak pasti..
aku tak mau berkata apapun padamu,
karena bukan untuk kamu dengar,
kata-kata ku nanti, hanya sebagai selewat angin yang mudah terhempas...

jika dua hari, dua minggu, dua bulan, atau dua tahun nanti aku akan tetap sebodoh ini,
aku malah akan berfikir untuk membuang otak ku...

hmmm,
semoga setelah ini aku sedikit tenang...
:)))

11:45
*ternyata kalo lagi senewen tulisan gw agak kacau*

16.3.11

Tunggu aku...

Bukannya aku tak mau,
Bukan…
Hanya saja terlalu awal untuk menjalin sesuatu yang baru saja menyakitiku…
Aku bukannya tak menharapkanmu…
Bukan juga…
Hanya saja, terlalu rumit untukmu untuk menyelami perasaanku sekarang…

Bahwa saat ini, separuh hati ini masih jatuh…
Masih butuh tempat untuk menerima, bahwa kmarin, aku telah ditinggalkan begitu saja…
Bahwa kemarin, cinta itu hilang tanpa sisa…
Bahwa kemarin, harumnya mawar tak lagi sama…

Aku sedang mengobati luka ini sendiri,
Tak perlu galau, luka ini pasti akan sembuh,
Pasti akan kering,
Pasti akan hilang…

Untuk perlu kamu ketahui,
Rasa sakit ini, tidak akan kekal…
Tidak akan terasa lagi nanti…
Aku kini sedang berusaha, sedang berjuang…

Tak ingin aku sendiri begitu lama,
Sungguh tak akan pernah mau, karena berjalan sendiri itu rasanya hampa
Inginku secepatnya mengakhiri pedih tak terbantahkan kini,
Tapi , aku hanya butuh waktu,
Waktu yang tak akan lama, aku berjanji…
Untuk mempersiapkan diri, menyambut dirimu dengan penuh suka cita
Untuk mengosongkan sejenak pikiran tak berujung ini
Hanya beberapa waktu,

Selama aku membutuhkan waktu,
Kuharap jangan dulu berubah, tetap tunggu aku…

Karena aku ingin menyeimbangkan ini semua,
Sebisa ku bisa
Semampu ku mampu…

Tetap disana, untuk menungguku,

Dan apabila saat itu datang,
Jangan jemput aku, biar aku yang kesana…
Menjemput mimpimu, bahagiamu, cintamu…
Dan cinta kita…

13.3.11

hanya aku yang tau, hanya aku yang bisa...

dear...
perkenalan itu, selalu membuat aku terkejut
selalu membuat aku menahan nafas untuk tersenyum
selalu memaksaku untuk berfikir,
bahwa untuk mengenalmu yang entah dimana, itu sangat mudah...

perjalanannya adalah,
bagaimana kita sama-sama saling mengenal,
saat hidupmu belum ku kenal dengan baik,
dan hanya namamu, yang tersusun rapi di otakku

pertemuan itu,
terasa begitu hangat, begitu mendebarkan...
bukan karena ku tau bahwa dirimu itu nyata,
tp karena kamu hadir persis disaat-saat terberat dalam hidupku,


4 januari itu,
tertulis bahwa dirimu sudah menjadi bagian dari aku...
untuk selalu kutanam cinta, untuk selalu menjadi yang kusayang,
dan itu, selalu ku lakukan,
sampai akhirnya, cinta ini terasa begitu liar


hari-harinya,
kata cinta itu terasa menghangatkan aku sampai kedasar hati,
tanpa ku tau, bahwa semuanya sudah agak sulit untuk ku pahami
cinta ini begitu sulit untuk ku akhiri...

he's not number one, but he's only one...

dear, kamu tau?
disaat kurasa mencintaimu sepenuh hati,
kamu buang semuanya persis dihadapanku,
kamu rampas kebahagiaan itu, sampai aku tersungkur menahan perih...

perih ini,
hanya aku yang merasakan, hanya aku yang tau...

kamu tau apa yang bisa kulakukan?
hanya diam, terpuruk melihat semuanya pudar dan mati,
bisa apa aku? menahan mu untuk membuang semuanya?
punya kuasa apa aku terhadap itu semua?
aku ini bukan apa-apa...
bukan siapa-siapa...

tangisan itu,
sudah menjadi sahabat baikku kini,
saat kulihat keacuhanmu, saat kuingat betapa kamu yang sangat ku cintai,
meninggalkanku tanpa ampun

kamu tau dear?
malam-malam itu terasa begitu berat untuk kulewatkan tanpa menangis...
karena aku tau, aku kini lemah dengan separuh hatiku yang telah kamu buang dengan paksa

aku benci, sungguh tak bisa kulawan perasaan ini,
harusnya aku bisa menghapus ini semua dengan mudah dengan sekali coret
tp apadaya, aku tak mampu, tak akan bisa...
cinta ini semakin ku lawan, semakin mejadi,

dear...
dengarkan aku, sekali saja...

bukan banyak hal yang mau ku pinta darimu,
hanya satu, satu hal saja,

"cintai dia, sayangi dia, jaga dia"

perempuan lain dikehidupanmu itu, kelak akan membuatmu bahagia.
aku tau itu...
dengannya, pasti kamu temukan cinta yang pernah kurasakan padamu,
aku akan datang nanti, untuk melihat bagaimana keadaanmu...
tapi hanya untuk memastikan, bahwa aku sudah lega melihatmu mencintainya
dan aku mengharapkan agar diriku sudah akan bisa menemukan separuh hatiku lagi,
dengan dia yang mencintaiku, sepenuh dan setulus hatinya...

dan saat itu,
aku ingin sekali berkata
"dear, ternyata kita sudah menjadi teman baik. seperti harapanmu"


Tambun, 13 Maret 2011
18:03
@ my lovely room

12.4.10

Mencintai dgn sebagian hati

Ada yg bilang, gunakanlah kesempatan untuk mencintai orang lain dengan sempurna, mencintai yg tak pernah lelah, mencintai yg tak ada bosan, mencintai yg tak ada habisnya, dan mencintai dgn sepenuh hati

aku tidak sepenuhnya setuju dengan pendapat seperti itu: bahwa semakin tak lelah dirimu mencintai orang lain, semakin dirimu melemah di hadapan mereka, semakin kamu tak bosan dengan dirinya, akan semakin sulit dirimu menerima ketidakhadirannya, semakin banyak cinta yg kamu berikan padanya, akan semakin membuat kamu buta akan arti cinta yg sebenar benarnya, dan semakin kamu memenuhkan perasaanmu padanya, semakin kecil kesiapanmu menghadapi kepergiannya...

Akan lebih baik jika kita mencintai makhluk Allah tanpa melebihi cinta kita pada Allah, buatlah hati kita tergetar saat mendengar nama Allah mengudara. Buatlah cinta kita pada Allah seputih kapas, tanpa ternoda hitamnya hidup dan merahnya masalah. Buatlah Allah satu satunya tempat kita mengemis cinta. Buatlah Allah menyayangi kita. Buatlah cinta tak terbantahkan kita, hanya untuk Allah...