THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

15.5.09

Pingin liat awan lagi


Sesuatu yg hanya dapat aku liat dari kejauhan tanpa ada daya untuk menyentuhnya, membelai mata ku dengan kelembutan dan ketidakwajaran bentuknya. Begitulah awan menurut definisi ku.

Saat berarak mengelilingi dunia dengan keceriaannya, rasanya ingin sekali berada disampingnya dan menemaninya berarak bersama melewati gemuruh angin dan awan kelabu, sejuta halang dan rintang tak akan berpengaruh apapun apabila bisa berada bersamanya.

Aku ingin bertemu awan itu lagi, awan yg memiliki arti penting untuk hidupku. Aku ingin melihatnya lagi, karena awan itu bukan awan biasa. Awan itu terlalu nyata untuk aku bayangkan, tapi awan itu telah hilang entah kemana.

Angin telah meniupnya jauh-jauh dari hidupku, angin telah membersihkan jejak-jejaknya dimataku, tapi angin tak akan pernah bisa menghapus jejaknya di hatiku. Angin terlalu luar biasa untuk melakukan hal itu.



Aku terlalu bodoh untuk mengharapkannya kembali lagi, karena awan tak akan pernah berjalan sendiri untuk menuju ke arah dimana aku berada. Aku cukup terlihat tolol untuk tetap berdiam diri di tempat yg sama untuk menemui awan yg sama.

Aku membanting kesadaranku untuk tetap bisa membedakan antara nyata dan khayalku, aku yakin sekali, diamnya aku kali ini bukan nyataku, tapi khayalku yg memang terlalu aktif. Awan itu terlalu jauh untukku tunggu, bila awan itu datangpun, aku hanya bisa menatapnya tanpa ada upaya untuk menuju sang awan. Masalahnya hanya sederhana saja, awan dan aku memiliki tempat berpijak yg berbeda.

Biarkan awan tetap melanglang buana melintasi cakrawala yg megah bertahta, biarkan aku disini dengan sejuta ketidakberdayaanku yg melemahkan kinerja otakku, biarkan aku membuat sayapku sendiri dengan seluruh kekuatan yg aku miliki, dan tentunya aku akan tetap membiarkan sang awan tetap menjelajah kemanapun angin membawanya melangkah.

Boleh diketahui, aku sadar aku gila apabila ingin menuju awan yg jauh disana, tapi aku akan cukup bahagia apabila sang awan datang pada mata fisikku untuk mengabarkan bahwa sang awan telah bahagia disana.

Itulah sebabnya, awan mengapa aku menginginkan melihat awan itu lagi...

0 komentar: