lupakan urusan layout,
lupakan pengaturan font,
lupakan rancangan tulisan...
saat ini, aku cuma mau diam dan duduk disini...
untuk berfikir,
untuk sejenak berfikir,
untuk meluangkan waktu untuk berfikir...
bahwa ternyata, aku berada di posisi yang salah
dan setelah berfikir keras, tak perlu waktu yang lama...
aku tersadar, lebih dari dua kali tersadar,
bahwa, kepingan ini kembali tak bisa di ajak kompromi,
bahkan kepada dia yang notabene bukan menjadi hak ku
aku cemburu, sangat cemburu...
mengingatnya bersamaku, ku pikir itu adalah kebahagiaan...
ternyata bukan,
mengingat menghabiskan banyak waktu bersamanya,
ternyata hanya sebagai penopang untuk kami yang sama-sama sedang rapuh...
aku cukup tersenyum mengingat ini,
betapa aku kembali melakukan kebodohan tak terbantahkan itu lagi,
lagi lagi lagi dan lagi...
yaaa, bisa dibilang aku ini begitu idiot...
sampai melakukan banyak kesalahan hanya dengan sekali waktu,
duduk saja, diam saja, dan malah terlalu banyak berharap...
iya, aku memang berharap...
tapi sungguh tak bisa ku katakan dengan sungguh-sungguh inti dari pengejaranku sekarang
apa aku salah?
sepertinya tidak,
hanya saja, aku terlambat...
jangan katakan begitu keras,
bahwa aku ini memang bodoh,
cukup tersenyum saja, dan katakan padaku...
agar aku sejenak berfikir, kemudian tersadar..
banyak yang harus ku benahi,
dengan atau tanpa mu, aku harus bisa sendiri...
untuk beberapa bulan ini, lupakan mimpi membangun ikatan dalam waktu dekat...
cukup habiskan waktu untuk instrospeksi diri,
rasanyaa, itu sudah lebih dari cukup...
ingat atau tidaknya aku, bahwa aku adalah perempuan lemah,
pada dasarnya, manusia itu harus kuat...
karena dunia itu tempatnya tempaan, dan melalui ini,
aku tau, aku kembali di ingatkan...
bahwa ternyata aku selalu salah dalam hal ini...
aku tak bisa mengerti banyak,
yang aku tau sekarang, hanya cemburu yang begitu tinggi...
apa kamu tau? tidak pasti..
aku tak mau berkata apapun padamu,
karena bukan untuk kamu dengar,
kata-kata ku nanti, hanya sebagai selewat angin yang mudah terhempas...
jika dua hari, dua minggu, dua bulan, atau dua tahun nanti aku akan tetap sebodoh ini,
aku malah akan berfikir untuk membuang otak ku...
hmmm,
semoga setelah ini aku sedikit tenang...
:)))
11:45
*ternyata kalo lagi senewen tulisan gw agak kacau*
2.4.11
sejenak berfikir, lalu sadar
hasil karya yang sangat benci remedial pada 23:26 0 komentar
16.3.11
Tunggu aku...
Bukannya aku tak mau,
Bukan…
Hanya saja terlalu awal untuk menjalin sesuatu yang baru saja menyakitiku…
Aku bukannya tak menharapkanmu…
Bukan juga…
Hanya saja, terlalu rumit untukmu untuk menyelami perasaanku sekarang…
Bahwa saat ini, separuh hati ini masih jatuh…
Masih butuh tempat untuk menerima, bahwa kmarin, aku telah ditinggalkan begitu saja…
Bahwa kemarin, cinta itu hilang tanpa sisa…
Bahwa kemarin, harumnya mawar tak lagi sama…
Aku sedang mengobati luka ini sendiri,
Tak perlu galau, luka ini pasti akan sembuh,
Pasti akan kering,
Pasti akan hilang…
Untuk perlu kamu ketahui,
Rasa sakit ini, tidak akan kekal…
Tidak akan terasa lagi nanti…
Aku kini sedang berusaha, sedang berjuang…
Tak ingin aku sendiri begitu lama,
Sungguh tak akan pernah mau, karena berjalan sendiri itu rasanya hampa
Inginku secepatnya mengakhiri pedih tak terbantahkan kini,
Tapi , aku hanya butuh waktu,
Waktu yang tak akan lama, aku berjanji…
Untuk mempersiapkan diri, menyambut dirimu dengan penuh suka cita
Untuk mengosongkan sejenak pikiran tak berujung ini
Hanya beberapa waktu,
Selama aku membutuhkan waktu,
Kuharap jangan dulu berubah, tetap tunggu aku…
Karena aku ingin menyeimbangkan ini semua,
Sebisa ku bisa
Semampu ku mampu…
Tetap disana, untuk menungguku,
Dan apabila saat itu datang,
Jangan jemput aku, biar aku yang kesana…
Menjemput mimpimu, bahagiamu, cintamu…
Dan cinta kita…
hasil karya yang sangat benci remedial pada 15:25 0 komentar
Label: live after broke
13.3.11
hanya aku yang tau, hanya aku yang bisa...
dear...
perkenalan itu, selalu membuat aku terkejut
selalu membuat aku menahan nafas untuk tersenyum
selalu memaksaku untuk berfikir,
bahwa untuk mengenalmu yang entah dimana, itu sangat mudah...
perjalanannya adalah,
bagaimana kita sama-sama saling mengenal,
saat hidupmu belum ku kenal dengan baik,
dan hanya namamu, yang tersusun rapi di otakku
pertemuan itu,
terasa begitu hangat, begitu mendebarkan...
bukan karena ku tau bahwa dirimu itu nyata,
tp karena kamu hadir persis disaat-saat terberat dalam hidupku,
4 januari itu,
tertulis bahwa dirimu sudah menjadi bagian dari aku...
untuk selalu kutanam cinta, untuk selalu menjadi yang kusayang,
dan itu, selalu ku lakukan,
sampai akhirnya, cinta ini terasa begitu liar
hari-harinya,
kata cinta itu terasa menghangatkan aku sampai kedasar hati,
tanpa ku tau, bahwa semuanya sudah agak sulit untuk ku pahami
cinta ini begitu sulit untuk ku akhiri...
he's not number one, but he's only one...
dear, kamu tau?
disaat kurasa mencintaimu sepenuh hati,
kamu buang semuanya persis dihadapanku,
kamu rampas kebahagiaan itu, sampai aku tersungkur menahan perih...
perih ini,
hanya aku yang merasakan, hanya aku yang tau...
kamu tau apa yang bisa kulakukan?
hanya diam, terpuruk melihat semuanya pudar dan mati,
bisa apa aku? menahan mu untuk membuang semuanya?
punya kuasa apa aku terhadap itu semua?
aku ini bukan apa-apa...
bukan siapa-siapa...
tangisan itu,
sudah menjadi sahabat baikku kini,
saat kulihat keacuhanmu, saat kuingat betapa kamu yang sangat ku cintai,
meninggalkanku tanpa ampun
kamu tau dear?
malam-malam itu terasa begitu berat untuk kulewatkan tanpa menangis...
karena aku tau, aku kini lemah dengan separuh hatiku yang telah kamu buang dengan paksa
aku benci, sungguh tak bisa kulawan perasaan ini,
harusnya aku bisa menghapus ini semua dengan mudah dengan sekali coret
tp apadaya, aku tak mampu, tak akan bisa...
cinta ini semakin ku lawan, semakin mejadi,
dear...
dengarkan aku, sekali saja...
bukan banyak hal yang mau ku pinta darimu,
hanya satu, satu hal saja,
"cintai dia, sayangi dia, jaga dia"
perempuan lain dikehidupanmu itu, kelak akan membuatmu bahagia.
aku tau itu...
dengannya, pasti kamu temukan cinta yang pernah kurasakan padamu,
aku akan datang nanti, untuk melihat bagaimana keadaanmu...
tapi hanya untuk memastikan, bahwa aku sudah lega melihatmu mencintainya
dan aku mengharapkan agar diriku sudah akan bisa menemukan separuh hatiku lagi,
dengan dia yang mencintaiku, sepenuh dan setulus hatinya...
dan saat itu,
aku ingin sekali berkata
"dear, ternyata kita sudah menjadi teman baik. seperti harapanmu"
Tambun, 13 Maret 2011
18:03
@ my lovely room
hasil karya yang sangat benci remedial pada 08:48 0 komentar
12.4.10
Mencintai dgn sebagian hati
Ada yg bilang, gunakanlah kesempatan untuk mencintai orang lain dengan sempurna, mencintai yg tak pernah lelah, mencintai yg tak ada bosan, mencintai yg tak ada habisnya, dan mencintai dgn sepenuh hati
aku tidak sepenuhnya setuju dengan pendapat seperti itu: bahwa semakin tak lelah dirimu mencintai orang lain, semakin dirimu melemah di hadapan mereka, semakin kamu tak bosan dengan dirinya, akan semakin sulit dirimu menerima ketidakhadirannya, semakin banyak cinta yg kamu berikan padanya, akan semakin membuat kamu buta akan arti cinta yg sebenar benarnya, dan semakin kamu memenuhkan perasaanmu padanya, semakin kecil kesiapanmu menghadapi kepergiannya...
Akan lebih baik jika kita mencintai makhluk Allah tanpa melebihi cinta kita pada Allah, buatlah hati kita tergetar saat mendengar nama Allah mengudara. Buatlah cinta kita pada Allah seputih kapas, tanpa ternoda hitamnya hidup dan merahnya masalah. Buatlah Allah satu satunya tempat kita mengemis cinta. Buatlah Allah menyayangi kita. Buatlah cinta tak terbantahkan kita, hanya untuk Allah...
hasil karya yang sangat benci remedial pada 22:15 0 komentar
7.10.09
LeLaaHHH !!
aku lelah mencintaimu
mencari setiap bayangmu di jiwaku
tapi tak pernah nampak
mencari cintamu disetiap tatapan matamu
tapi tak kurasa ada
aku mencintaimu,
tak ada yg tak tau akan hal itu
selalu ada cinta disetiap tatapan mataku padamu
selalu ada namamu di hembusan nafasku
selalu ada bayangmu di setiap hariku
dan selalu ada aku disaat dirimu mau
tapi,
apakah itu cukup untuk membuatmu cinta aku?
sepertinya kurang,
malah tak berbekas sama sekali di hati dan perasaanmu
aku bersama cintaku
aku bersama anganku
dan aku bersama lelahku
aku tak bermimpi berharap berirama dan sejalan
aku tak berusaha menggapai cinta yg tak pasti itu
aku juga tidak mencoba mengarahkan dirimu padaku
aku cukup faham aku bukan siapa-siapa yg bisa menjadikan aku apa-apa di hatimu
tapi aku yakin,
aku memang seorang wanita yg jauh dari sempurna
harus kau tau, aku tak bisa menjadi dia, dia atau dia
aku manusia tak indah
aku tak sanggup menyimpan segala prasaan itu
tapi aku punya cinta yg selalu tulus dan selalu berkembang
tak tau sampai kapan rasa ini akan berhenti tumbuh
tak tau juga kapan rasa ini akan mati
aku mencintaimu
banyak yg tau
aku mengagumimu
terpancar jelas dr tatapan mataku padamu
tapi kini aku lelah
aku letih
aku ingin berhenti mencintaimu
aku ingin hempaskan perasaan tak bertepi ini
aku ingin bebas bergema dan melanglang buana
menghentikan cinta ini
aku ingin selesaikan masalah hatiku
aku ingin mendendangkan sejuta irama dengan perasaan lapang
dengan perasaan suka cita
bukan dengan kelelahan ini
bukan dengan keletihan ini dan bukan dengan perasaan sendu ini
aku mencintaimu
tak berubah walaupun aku berusaha memintanya untuk berhenti
smakin ku ingin dia berhenti, smakin dia tumbuh dan menjalar
smakin ku mau dia mati, smakin dia liar tak terkendali
aku mencintaimu
kenapa??
mengapa??
tak ada yg bisa menjawab
sekalipun hatiku yg hina ini
yaa Tuhan...
bersihkan hati ini dari kotornya cinta yg tak bertepi ini
isikan hati ini dengan nama-Mu yg slalu bergema
aku ingin cintaku pada hamba-Mu tak melebihi cintaku padamu
aku ingin perasaanku terkikis dan dapat memulai hari yg baru
dengan cinta yg lain
cinta yg lebih rasional
dan cinta yg terbalas dgn cinta juga
bukan cinta yg beralas kasihan
aku mencintaimu
sudah letih sebenarnya ku katakan hal itu
tapi memang itu adanya
aku memang mencintaimu
tulus sekali kurasakan hal tersebut
wajarkah cintaku?
kurasa ini memang sangat berlebihan
aku ingin menghempaskannya
hingga aku dapat melayang, terbang laksana camar
apabila mati adalah jalan terakhir dan satu-satunya untuk dapat menghentikan cinta ini
aku rela mati
karena cinta ini sangat mematikan
aku sudah sangat lelah
tak tau bagaimana dapat menghentikannya
aku lemah dgn cinta ini
izinkan aku
menghapus dirimu
karena dirimu tak pantas untuk aku cintai
aku minta maaf
karena tak kuasa dgn cinta ini
aku juga minta maaf
karena aku lelah karena semua ini
aku mencintaimu
dan berharap bisa menghentikannya

